Nih nih nih.
Kucing ganteng udah punya baju lebaran

Jadi ceritanya lagi main di IG sambil cari cari baju kucing, n nemu IG yang jualan baju kucing @petshionista_id

Karena belum ukur si cimot, jadinya gambling aja deh pesen ukuran paling gede (yg ready size 8, sbnrnya masih ada size 9) tapi ga papa dicoba aja, saking pengennya makein baju ke cimot.

Kebetulan harganya juga lumayan murah, 55rb, ya lumayan dibandingin beberapa olshop lain yang udah di atas 70rb untuk baju yg simple kayak gitu.

Setelah bayar, barang dikirim n sampe deh... Langsung sampe ke rumahnya cimot, n langsung dicobain.. Hasilnya jadi ganteng kan cimotnya...hihihiii ��������

READ MORE...

Song mode :
The Script - The Man Who Cant be Moved

READ MORE...

Still, dont know ur feeling.
Still, dont know ur tears.
Still, dont know ur heart.

Sorry..

For making this unhappiness.
For bringing u into another path, and just let u walking alone.

But u just another life, another heart, another hope..
U are another but true.

READ MORE...

Helloomiiiaaawww

Ini gaya kesukaanku kalau lagi marah sama ibu soalnya seharian dikurung.
Padahal kan badanku pegel-pegel dikandangin teruss.

READ MORE...

Hehehehellloooomiiiaaww

My name is cimot.
I am a boy.
And i am sooo handsome.

Aku suka bobo.
Aku kuat bobo seharian.
Aku kalau liat pintu rumah kebuka pengen kabur terus rasanya.
Aku agak nakal.
Aku suka dimarahin.
Tapi aku tau kalau aku sebenernya disayangggg ������

READ MORE...

Bride to be. I am.


Siapa yang sangka, akan tiba saatnya disini.
Hehehe...
Aku akan menikah, dengan pria yang sudah 5 tahun ini menjadi pacarku (walaupun dipotong beberapa bulan dengan acara putus putusan ��)

Oke, sekarang ngga akan fokus ke cerita cinta kami dulu, tapi aku lebih excited buat ngutik ngutik persiapan our day nanti.

Dimulai dari tanggal, yap, 1 hari di pertengahan Agustus 2014.
Habis lebaran aja, soalnya aku belum siap kalau harus nikah sebelum puasa (ada yang bilang ntar masa tiap sahur harus keramas wakakakakakkkkk)

Lalu muter muter lagi, tempatnya di mana? Rumahkah? Gedungkah?
Aduh kalau di rumah ga sanggp deh, selain acaranya yang pasti bisa seharian, terus pasti remponggggg banget, belum lagi bebenahnya nanti. Jadi deal kita adakan resepsi di gedung aja.

Venue nya?
Jasmine Harmony
Yap, sebuah hall di kawasan Taman Yasmin Bogor yang memang laris manis buat acara nikahan.
Kita pilih yang Jasmine, kapasitas sampai 1200 orang.
Masalah harganya, yah... Ini gedung nomor 2 termahal di Bogor (setelah Braja Mustika) ����
Tapi demi pernikahan yang everlasting, ngga ada salahnya kan ����

Lalu karena sama-sama belum ada pengalaman nikahin anak, jadi kami lebih milih pakai WO aja.
Kebetulan, direkomendasiin pakai WO Hj. Dadang Catering.
Namanya memang sundanese banget, tapi pas liat kantornya...beuhhh...
Macam pelaminannya ada sampai 30-an model.. Ini WO nomor 1 lah di Bogor, dan pastinya harganya juga sebanding kikikikikkkkk

Tung itung itung akhirnya kita sepakat pakai WO ini, ditambah yang punyanya (Pak Iwan dan keluarga) orangnya baik, juga profesional, insya allah bisa ngarahin kita sampai hari H nanti.

Sampai hari ini sih aku belum pilih model pelaminan yang mana, masih bingung sih abisnya banyak bingit, tapi yang pasti mesti nuansa pink. Hihihi.

Nah itu 2 poin pentingnya.
Sisanya sudah terangkum aja deh.
- undangan, pakai Cipta Karya di Ps Tebet
- souvenir, beli di Jatinegara dan udah pesen photobooth juga
- prewedding, pakai Deegee Studio di Kebayoran, kita pakai indoor aja

Hihihiii...ga sabar udah tinggal 2 bulan lagi niy ����
READ MORE...

Oh hello world, another one.

Long time no see, long time no posts ��������

Sekarang rasanya pengen rajin posting lagi, about anything, my thoughts..
Hehehee... Mudah-mudahan ga malesan lagi..karena akan banyak cerita yang ready to tell the world ❤❤ READ MORE...

Estimasi merupakan sebuah proses pengulangan. Pemanggilan ulang estimasi yang pertama dilakukan selama fase definisi, yaitu ketika anda menulis rencana pendahuluan proyek. Hal ini perlu dilakukan,karena anda membutuhkan estimasi untuk proposal. Setelah fase analisis direncanakan ulang, anda harus memeriksa estimasi dan merubah rencana pendahuluan proyek menjadi rencana akhir proyek.

TEKNIK–TEKNIK ESTIMASI

Ada tiga teknik yang digunakan untuk melakukan estimasi, yaitu :

1. Keputusan Profesional

Katakanlah bahwa anda merupakan orang yang memiliki pengalaman yang luas dalam membuat program “report generation modules”. Anda melakukannya dengan pendekatan merancang report tersebut dan memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat program tersebut. Setelah mempelajari rancangan program selama 5 menit, programmer lalu menutup matanya selama 5 menit (dia tidak tidur, tetapi berhitung), dan kemudian mengatakan “15 hari”. Inilah yang disebut Keputusan Profesional murni. Keuntungan dari teknik ini adalah cepat , dan jika seseorang sudah ahli dalam teknik ini, maka estimasinya pasti akan lebih akurat. Sedangkan kerugian dari teknik ini adalah bahwa anda membutuhkan seorang ahli yang berpengalaman dalam bidang ini, dan beberapa ahli tersebut akan bekerja keras untuk mendapatkan estimasi yang tepat.

2. Sejarah

Jalan keluar dari ketergantungan pada orang dan untuk membuat estimasi lebih khusus, yaitu anda harus mengerti tentang sejarahnya. Tulislah berapa lama masing-masing tugas dapat diselesaikan dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut. Anda dapat membandingkan tuagas yang akan diestimasik dengan tugas yang sama yang dikerjakan lebih awal, setelah itu mulailah dengan melakukan estimasi. Hal ini dimaksudkan agar anda menjabarkan suatu proyek ke dalam beberapa tugas yang biasanya diulang dan mudah untuk dibandingkan.

3. Rumus-rumus

Ada beberapa rumus yang digunakan dalam software estimasi. Software yang baik untuk diketahui adalah COCOMO (Referensi 15). COCOMO dapat digunakan untuk memperkirakan biaya proyek, usaha (person months), jadwal, dan jumlah staf untuk masing-masing fase berikut ini :

- Preliminary Design – our Analysis Phase

- Detailed Design (DD) – our Design Phase

- Code and Unit Tes (CUT) – same as ours

- System Test – our System Test and Acceptance Phase READ MORE...

Langkah 1. Rencana Penggabungan (Plan The Integration)

Menurut akal sehat anda tidak akan dapat membuat semua program sekaligus dan kemudian membuang semuanya – ini memerlukan rangkaian langkah demi langkah. Rencanakan urutan dimana anda akan menggabungkannya.

Langkah 2. Mendisain Modul (Design The Module)

Programmer menerima beberapa tingkatan disain dari fase disain. Tugasnya adalah memecah modul secara rinci ke tingkat yang lebih rendah sampi mencapai keadaan programmer siap untuk melakukan pemrograman. Ini disebut disain modul. Dan kemudian modul tersebut dipecah lagi sampai tercapai sebuah tingkatan dimana mulai dapat diprogram.

Langkah 3. Telusuri Disain Modul (Walk Through The Module Design)

Seperti pada tingkat atas dan menengah dari disain, pertukaran harus dibuat sebaiknya pada tingkat yang paling rendah. Telusuri disain dari masing-masing modul sebelum melakukan pengkodean. Penelusuran ini sangat kecil : hanya programmer yang tepat, supervisor dan mungkin programmer lainnya yang perlu diperhatikan. Kegunaan dari penelusuran disain modul adalah untuk memastikan bahwa disain yang terbaik yang telah dilakukan, semua fungsi telah dialamatkan dan semua bagian telah ditangani.

Langkah 4. Rencana Bagaimana Menguji Modul (Plan How To Test The Module)

Programmer harus menyiapkan rencana pengujian modul dan data pengujian sebelum dikodekan. Rencana pengujian dilakukan setelah kode ditetapkan. Mereka cenderung hanya menguji bagian kode yang paling ‘sulit’. Pimpinan proyek bisa saja melakukan tuntutan pada penelusuran rencana pengujian sepanjang disain modul sedang dilaksanakan. Kerjakan penelusuran ini bersama-sama.

Langkah 5. Kode Setiap Modul (Code Each Module)

Standar pengkodean akan ditetapkan pada saat disain sistem. Berikut ini adalah ringkasan dari sebuah program terstruktur, yaitu :

  • Jika berukuran kecil. Aturan dasarnya adalah kira-kira 100 baris kode yang dapat dieksekusi dan listingnya tidak lebih dari 2 halaman.
  • Satu entry, satu exit.
  • Referensi secara keseluruhan sedikit.
  • Konstruksi terstruktur yang digunakan : berurutan, IF/THEN/ELSE, CASE, WHILE, UNTIL, CALL (bukan GO TO).

Langkah 6. Menguji Modul (Test The Module)

Programmer menguji modul dengan menetapkan lingkungan yang tepat, menyediakan beberapa input, membiarkan modul langsung memproses secara logik dan mendapatkan hasilnya. Beberapa input mungkin tidak sebenarnya, terutama jika modul tersebut tidak menyediakan input yang sebenarnya.

Modul seharusnya diuji dalam dua tahap, yaitu :

  • Tahap Pertama disebut pengujian “White Box”. Programmer harus mengetahui isi di dalam modul dan menyediakan data pengujian, sehingga masing-masing path logical dalam program dapat dieksekusi.

  • Tahap Kedua atau pengujian “Black Box” dapat dilakukan. Dalam pengujian ini, programmer mengabaikan bagian dalam dari modul – data disediakan secara berurut dan dianggap seperti pemakaian sebenarnya.

Langkah 7. Menguji Level Terendah dari Integrasi (Test The Lowest Levels Of Integration)

Jika modul utama memanggil sub-modul, programmer harus menggabungkan dan menguji semua modul secara bersama-sama. Bahkan jika programmer tidak bertanggung jawab untuk menulis sub-modul, programmer harus menguji perintah CALL dan RETURN dari seluruh modul.

Metode terbaik untuk melakukan hal ini adalah membuat sebuah “program stub” (potongan program) sebagai pengganti sub-modul. Potongan program ini dapat terdiri dari empat baris program yang menunjukkan bahwa kontrol sudah diterima dengan baik, tampilkan parameter penerima, jika perlu lakukan pengontrolan kembali dengan beberapa parameter yang tidak sebenarnya.

Langkah 8. Menyimpan Semua Hasil Pengujian; Penggabungan Modul-modul Yang Telah Diuji (Save The Results Of All Tests; Submit Finished Modules To Integration)

Hasil pengujian digunakan untuk menyusun statistik yang menunjukkan penyebab, cara perbaikan serta biaya-biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan program. Pimpinan proyek biasanya menguasai/mengepalai penggabungan ini pada sistem berukuran kecil sampai sedang. Software seperti CMS (Code Management System) sangat berguna untuk menajemen konfigurasi – menjamin program tetap berjalan sesuai versinya dan mengubah ke source code (lihat bagian 9.4).

Langkah 9. Memulai Dokumentasi User (Get Started On The User Documentation)

Apakah programmer bertanggung jawab pada dokumentasi user atau tidak, tahapan ini adalah waktu terbaik untuk menjawabnya.

Dokumen-dokumen berikut mungkin harus ditulis :

  • Tuntunan Pemakai (User’s Guide)
  • Tuntunan Pemeliharaan (Maintenance Guide)
  • (Operator’s Guide / System Manager’s Guide)
  • Dokumentasi Pelatihan (Training Documentation)
READ MORE...

Nida Asriningtyas - 11107222

UNDANG - UNDANG HAK CIPTA

DOWNLOAD

READ MORE...